Senin, 30 April 2012

bagi sebagian kita yang tinggal di kota - kota kecil mungkin masih sedikit asing mendengar jasa cuci motor...yaah itu juga yang pertama kali saat usia saya sekitar 13 tahun dan mendengar pertanyaan dari kakak saya yang tinggal di Jakarta saat pulang ke kampung halaman di Malang - Jawa Timur
dia menanyakan kepada saya, "disini emang nggak ada cuci motor ya?". saat itu yang ada dalam pikiran saya, "mending cuci motor, cuci mobil aja jarang ada, lagian kenapa juga harus bayar buat cuci motor toh dirumah juga bisa cuci sendiri?".
tetapi sekarang, hampir 12tahun berlalu, sepertinya jasa cuci motor merupakan hal yang tidak asing lagi terdengar dan terlihat di sudut - sudut kota
fenomena yang mendasarinya tiada lain adalah perubahan gaya hidup dimana mulai bergeraknya perekonomian yang juga mengubah gaya hidup terutama para kaum urban yang mengutamakan azas efektif dan efisien terutama dari segi waktu dan tenaga

menjamurnya jasa cuci motor di kota - kota besar seperti Jakarta sepertinya tidak membuat para pengusaha jasa cuci motor kehabisan pelanggan, hal ini yang menyebabkan saya mulai mencoba ikut meramaikan pasar jasa yang satu ini
pertimbangan saya selain tergiur potensi keuntungannya juga karena modal awal yang diperlukan masih bisa terjangkau sehingga potensi untuk menjadikan trauma jika terjadi kegagalan dapat saya minimalisir

dari hasil googling saya mencoba menghitung - hitung beberapa skenario usaha ini: